Tampilkan postingan dengan label Bahan Pendewasaan Iman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahan Pendewasaan Iman. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 November 2019

DOMINO KATEKESE, apa isinya?


Berikut ini adalah 80 isi gambar dalam Domino Katekese, melengkapi aturan main Permainan DOMINO KATEKESE yang bisa disimak di sini

5 Peristiwa Gembira, 5 kartu.
  1. Maria menerima kabar gembira dari Malaikat Gabriel
  2. Maria mengunjungi Elisabet, saudarinya
  3. Yesus lahir di kandang Betlehem
  4. Yesus dipersembahkan di Bait Allah
  5. Yesus diketemukan kembali di Bait Allah
5 Peristiwa Sedih, 5 kartu
  1. Yesus berdoa di Taman Getsemani
  2. Yesus didera
  3. Yesus dimahkotai duri
  4. Yesus memanggul salib-Nya ke Gunung Golgota
  5. Yesus wafat pada salib

5 Peristiwa Mulia, ada 5 kartu.
  1. Yesus bangkit dengan jaya
  2. Yesus naik ke surga
  3. Roh Kudus turun atas para rasul
  4. Maria diangkat ke surga
  5. Maria dimahkotai di surga

5 Peristiwa Terang, 5 kartu.
  1. Yesus dibaptis di Sungai Yordan
  2. Yesus menyatakan Diri-Nya dalam pesta pernikahan di Kana
  3. Yesus memberitakan Kerajaan Allah dan menyerukan pertobatan
  4. Yesus menampakkan kemuliaan-Nya
  5. Yesus menetapkan Ekaristi.

5 Perintah Gereja, 5 kartu.
  1. Rayakan hari raya yang disamakan dengan hari Minggu.
  2. Ikutilah Ekaristi pada hari Minggu dan pada hari raya yang diwajibkan; dan jangan melakukan pekerjaan yang dilarang pada hari itu.
  3. Berpuasa dan berpantanglah pada hari yang ditentukan (Rabu Abu dan Jumat Agung).
  4. Mengaku dosalah sekurang-kurangnya sekali setahun.
  5. Menyambut Tubuh Tuhan pada Masa Paskah.

7 Sakramen, 7 kartu.
  1. Baptis
  2. Penguatan
  3. Pengakuan Dosa
  4. Ekaristi
  5. Perkawinan
  6. Imamat
  7. Pengurapan Orang Sakit

7 Karunia Roh Kudus, 7 kartu.
  1. Kebijaksanaan,
  2. Pengertian,
  3. Nasihat,
  4. Keperkasaan,
  5. Pengenalan,
  6. Kesalehan,
  7. Rasa takut kepada Allah.

8 Sabda bahagia,  8 kartu.
  1. Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga.
  2. Berbahagialah orang yang berdukacita karena mereka akan dihibur.
  3. Berbahagialah orang yang lemah lembut karena mereka akan memiliki bumi.
  4. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran karena mereka akan dipuaskan.
  5. Berbahagialah orang yang murah hatinya karena mereka akan beroleh kemurahan.
  6. Berbahagialah orang yang suci hatinya karena mereka akan melihat Allah.
  7. Berbahagialah orang yang membawa damai karena mereka akan disebut anak-anak Allah.
  8. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga.

10 Perintah Allah, 10 kartu.
  1. Akulah Tuhan Allahmu, jangan menyembah berhala, berbaktilah kepada-Ku saja, dan cintailah Aku lebih dari segala sesuatu.
  2. Jangan menyebut nama Tuhan Allahmu dengan tidak hormat.
  3. Kuduskanlah hari Tuhan.
  4. Hormatilah ibu-bapamu.
  5. Jangan membunuh.
  6. Jangan berzina.
  7. Jangan mencuri.
  8. Jangan bersaksi dusta tentang sesamamu.
  9. Jangan mengingini istri sesamamu.
  10. Jangan mengingini milik sesamu secara tidak adil.

14 Jalan Salib, 14 kartu,
  1. Yesus dihukum mati.
  2. Yesus memanggul salib
  3. Yesus jatuh yang pertama kali di bawah salib.
  4. Yesus berjumpa dengan ibu-Nya.
  5. Yesus ditolong Simon dari  Kirene.
  6. Veronika mengusapi wajah Yesus.
  7. Yesus jatuh kedua kalinya di bawah salib.
  8. Yesus menasihati wanita-wanita yang menangis.
  9. Yesus jatuh yang ketiga kalinya di bawah salib.
  10. Pakaian Yesus ditanggalkan.
  11. Yesus dipaku pada kayu salib.
  12. Yesus wafat di salib.
  13. Yesus diturunkan dari salib.
  14. Yesus dimakamkan.
9 kartu Yesus, ada 9 kartu (semacam kartu joker pada permainan remi)




Ini versi visual aturan mainnya ya



----- selamat bermain----

Kamis, 31 Oktober 2019

DOMINO KATEKESE

  • Kita susah menghapalkan apa saja 10 Perintah Allah? kadang terbalik dengan 5 Perintah Gereja?
  • Mau coba Pertemuan Lingkungan yang tidak mati gaya?
  • Ingin Sekolah Minggu, Pertemuan Misdinar, PIA, PIR, juga OMK lebih meriah dengan games asyik nan sederhana?
  • Ingin belajar pengetahuan iman katolik sambil bermain-main? 
  • atau maukah Kita mengisi waktu bersama keluarga secara rohaniah?



Kini hadir DOMINO KATEKESE; permainan domino yang dimodifikasi dengan 10 tema dasar terkait pengetahuan Iman Katolik. Ayo langsung saja kita berkenalan dengan permainan yang bisa dimainkan oleh 2-7 pemain sekaligus ini, serta cocok untuk anak usia SD sampai orang tua.

Prinsip Permainan
Tujuan Permainan ini adalah menghabiskan kartu secepat mungkin dengan cara menumpuki gambar dengan angka dalam tema yang sama, atau sebaliknya. Pemenang adalah pemain yang menghabiskan kartu paling cepat.

Domino Katekese terdiri dari 80 set kartu, yang terbagi dalam tema-tema:
  1. 5 Peristiwa Gembira,
  2. 5 Peristiwa Sedih,
  3. 5 Peristiwa Mulia,
  4. 5 Peristiwa Terang, 
  5. 5 Perintah Gereja,
  6. 7 Sakramen,
  7. 7 Karunia Roh Kudus,
  8. 8 Sabda Bahagia,
  9. 10 Perintah Allah,
  10. 14 Jalan Salib, dan
  11. 9 kartu Yesus.
Apa saja isi tiap tema? silakan bisa klik di sini saja

Cara Membaca Kartu

Tiap kartu domino terdiri dari 2 bagian, yaitu sebelah atas “gambar” dan di bawahnya “angka.” Gambar dan angka pada dasarnya merujuk tema yang sama, hanya perwujudannya ada yang dalam bentuk gambar dan ada yang berwujud angka. Dalam tiap kartu, sebagian besar gambar dan angka dibuat tidak sama. 



Kartu dengan Gambar "10 Perintah Allah" (Hormatilah ibu-bapamu) dan Angka "5 Peristiwa Gembira"

Cara Bermain:

  • Permainan bisa dimainkan oleh 2-6 pemain sekaligus; 1 pemain bisa terdiri dari 1-3 orang.
  • Bagikan 7 kartu pada tiap pemain, sisanya ditumpuk menjadi kartu “minuman”
  • Tentukan pihak pertama yang bermain, lalu memutar searah jarum jam.
  • 4 tumpukan awal HARUS membentuk salib/ “silang 4 jalur” dengan 4 angka “14 Jalan Salib” yang menumpuk. Jadi 4 buangan awal di meja haruslah 4 angka Jalan Salib.
  • Jika 4 orang pertama atau seterusnya tidak punya kartu Angka Jalan Salib, langsung “minum” dari kartu tumpukan dan giliran dilanjutkan. Walau setelahnya minum mendapat kartu yang mengandung angka “14 Jalan Salib,” dia tetap tidak boleh menjatuhkan kartu tersebut.
  • Jika 4 kartu pertama “sudah membentuk silang/ salib, maka lanjut dengan menumpuk kartu pada 4 alternatif jalur yang sudah ada, sampai tiap pemain menghabiskan kartunya.
    contoh 4 tumpukan kartu pertama yang siap dilanjutkan
  • Pemain yang tidak punya kartu yang sesuai untuk diturunkan, harus mengambil 1 kartu “minuman,” lalu dilewati 1 kali (walau lalu dia dapat kartu yang sesuai).
  • Jika “minuman” habis dan pemain tidak punya kartu untuk ditumpukkan lagi, maka 1 kartunya ditutup/ dimatikan, dan tidak bisa dipergunakan untuk permainan selanjutnya.
  • Ketika tidak ada pemain yang bisa melanjutkan menumpuki kartu lagi, maka sisa kartu yang ada pada tiap pihak/ pemain menjadi kartu mati.
  • “Kartu mati” dihitung minus sesuai dengan angka tema; misal 1 kartu “5 Peristiwa Sedih” bernilai -5/ minus 5.

contoh 2 kartu sisa / kartu mati yang tidak bisa dimainkan lagi, bernilai -15 (minus 15)


Prinsip menumpuki/ menimpa Kartu



  • Gambar ditimpa Angka atau Angka ditimpa Gambar; Perhatikan GAMBARnya (apa temanya?) lalu boleh ditumpuki ANGKA yang sesuai dengan tema gambar tersebut; atau sebaliknya. Contoh: Gambar “Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran karena mereka akan dipuaskan,” (tema 8 Sabda Bahagia) bisa ditimpa angka “8 Sabda Bahagia,” atau sebaliknya.

Gambar “Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran karena mereka akan dipuaskan,” (tema 8 Sabda Bahagia) bisa ditimpa “8 Sabda Bahagia,”


  • Ketika akan menjatuhkan/ menurunkan satu kartu, pemain menyebutkan kartu apa yang akan ditumpuki dan ditumpuki dengan kartu apa; contoh, sambil menimpa gambar “Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran karena mereka akan dipuaskan,” dengan angka “8 Sabda Bahagia,” seorang pemain harus berkata yang menunjukkan bahwa (menurut dia) “Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran karena mereka akan dipuaskan, adalah salah satu dari 8 Sabda Bahagia”. Contoh lain: sambil menimpa gambar “Penguatan” dengan angka “7 Sakramen," pemain berkata, “Penguatan itu salah satu dari 7 Sakramen.”
  • Tiap pemain sebaiknya saling mengawasi dan mengoreksi untuk memastikan bahwa kartu yang diturunkan oleh tiap pemain itu benar atau sesuai. Jika kartu yang diturunkan salah, maka kartu harus segera ditarik kembali. Kenapa hal ini perlu dilakukan? karena pada hakekatnya permainan ini adalah proses katekisasi atau pelajaran akan pengetahuan iman katolik; jadi kalah menang dalam permainan ini bukanlah tujuan utama.
  • Gambar “Yesus” boleh menimpa Gambar /Angka apa saja.


Gambar “Yesus naik ke surga” ditimpa gambar “Yesus;” boleh
  • Gambar “Yesus” hanya bisa ditimpa oleh gambar Yesus lainnya.


Foto gambar “Yesus” yang ditimpa gambar “Yesus” lainnya; boleh.

Tumpukan Terlarang

Berikut ini beberapa larangan atau ketidakbolehan dalam menumpuki kartu:
  • Gambar ditimpa angka yang beda tema, misal gambar “Ekaristi” (7 Sakramen) tidak boleh ditimpa angka “5 Peristiwa Gembira,”
  • Angka ditimpa gambar yang beda tema, tidak bisa
  • Angka ditimpa Angka, walau sama tema; misalnya angka “5 Peristiwa Sedih” tidak boleh ditimpa “5 Peristiwa Sedih” juga.

Angka “5 Peristiwa Sedih” ditimpa angka “5 Peristiwa Sedih”; tidak bisa
  • Gambar ditimpa Gambar, walau sama tema; misalnya gambar “Yesus jatuh ketiga kali di bawah Salib” (Jalan Salib) tidak bisa ditimpa gambar “Yesus Dimakamkan” (Jalan Salib)


Gambar “Yesus jatuh ketiga kali di bawah Salib” (Jalan salib) tidak bisa ditimpa gambar “Yesus Dimakamkan”
  • Gambar “Yesus” ditimpa gambar selain gambar “Yesus” juga, tidak bisa.


Foto gambar “Yesus” ditimpa gambar “Perkawinan,” tidak bisa
  • Gambar “Yesus” ditimpa angka apapun; tidak boleh.

Sepintas aturan main domino katekese ini agak ribet,  tetapi jika sudah dipraktikkan sebenarnya sederhana, kok. Guna melengkapi proses permainan, sebaiknya disiapkan juga kunci-kunci jawaban domino ini yang berupa catatan tiap tema itu apa saja isinya. Hal ini akan memudahkan pengoreksian kartu yang sedang diturunkan. Misalnya ketika ada satu pemain menutup angka “5 Perintah Gereja” dengan gambar “Hormatilah Ibu-bapamu” maka ini tentu suatu kesalahan, karena “Hormatilah Ibu-bapamu” adalah “10 Perintah Allah,” bukan “5 Perintah Gereja.”

Akan baik jika tiap pemain saling mengawasi dan mengoreksi kartu-kartu yang sedang diturunkan oleh pemain lain karena sejatinya proses katekese-walau sekedar tentang pengetahuan iman-sedang berlangsung di sini. Akan lebih baik lagi jika ada satu atau dua orang yang tidak ikut bermain, tetapi khusus mengawasi kesesuaian kartu-kartu yang diturunkan; baik kesesuaian tema maupun sesuai dengan aturan lainnya.

Sekedar saran praktis seandainya tempat/ meja permainan sudah terpenuhi kartu-kartu yang sedang dimainkan, maka jalur-jalur tumpukan yang sudah dimainkan bisa ditumpuk di tengah, yang penting 4 ujung jalur tetap bisa ditumpukki untuk melanjutkan permainan.
Untuk meringkas sebaran kartu, tumpuk dan biarkan 4 ujungnya menjuntai.
Bagi yang memerlukan info lebih lanjut tentang permainan Domino Katekese ini, silakan bisa menghubungi Agustinus Susanta di WA: 0812 7397 697, terimakasih


Keseruan main Domino Katekese


Selamat bermain





Jumat, 19 Desember 2014

QUIS TATA PERAYAAN EKARISTI




QUIS TATA PERAYAAN EKARISTI
Sumber: Buku Tata Perayaan Ekaristi
 



Ada 50 pernyataan, 25 Benar dan 25 Salah; Pilihlah 7 (Tujuh) pernyataan yang BENAR saja.


  1. Saat Komuni, Imam akan minum Anggur/ Darah Kristus menggunakan PATENA. (017)
  2. Tahun 1960an, Ekaristi mulai dirayakan dalam bahasa Indonesia, kecuali Doa Syukur Agung, yang masih menggunakan Bahasa Latin. Sesudah itu ada beberapa penyesuaian bahasa lagi sampai saat ini. (027)
  3. Ketika Imam mengangkat   hosti suci / piala dan memerlihatkan pada umat saat Doa Syukur Agung, umat  harus membuat TANDA SALIB. (035)
  4. “Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan, dan tekun melaksanakannya,” adalah AKLAMASI SESUDAH Bacaan Injil. (045)
  5. “…Yang menderita sengsara dalam pemerintahan Ponsius Pilatus, disalibkan wafat dan dimakamkan, Yang turun ketempat penantian, pada hari ketiga bangkit dari antara orang mati ...” Kata-kata tersebut merupakan bagian dari SYAHADAT PARA RASUL. (056)
  6. Dalam DOA SYUKUR AGUNG, kata-kata, “ Dengan pengantaraan Kristus, dalam Dia dan bersama Dia, bagiMu, Allah Bapa yang mahakuasa, dalam persekutuan dengan Roh Kudus, segala hormat dan kemuliaan sepanjang segala masa.” DIUCAPKAN oleh IMAM. (065)
  7. Tahun liturgi gereja ada TIGA, yaitu Tahun Liturgi A, B,dan C. (070)
  8. Satu-satunya posisi umat yang BENAR saat DOA SYUKUR AGUNG , adalah BERLUTUT. (082)
  9. Saat mengucapkan, “ yang dikandung dari Roh Kudus, dilahirkan Oleh Perawan maria.” ketika mengucapkan SYAHADAT PARA RASUL, umat melakukan gerakan  Gerakan MENEBAH DADA (seperti menepuk dada) dilakukan sebagai persetujuan atas pernyataan tersebut. (095)
  10. KUDUS didoakan/ dilagukan saat KOMUNI untuk menggambarkan bahwa Tubuh Kristus yang akan diterima adalah kudus. (102)
  11. MADAH KEMULIAAN masuk dalam bagian RITUS PEMBUKA. (116)
  12. Saat MADAH KEMULIAAN, BAPA KAMI, DOA SESUDAH KOMUNI, dan BAIT PENGANTAR INJIL; posisi umat yang BENAR adalah BERDIRI. (129)
  13. Walau tidak persis berurutan, yang lebih dulu dilakukan adalah DOA PEMBUKAAN, kemudian TUHAN KASIHANILAH KAMI, kemudian HOMILI, barulah  MADAH KEMULIAAN.  (133)
  14. Setelah  umat menerima TUBUH dan DARAH Kristus saat komuni, kita HARUS membuat TANDA SALIB. (142)
  15. “Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan, dan tekun melaksanakannya,” adalah AKLAMASI SEBELUM Bacaan Injil. (153)
  16. Tahun liturgi gereja ada empat, yaitu Tahun Liturgi warna Hijau, Merah, Ungu, dan Kuning. (162)
  17. Saat HARI RAYA NATAL, biasanya Syahadat Nikea Konstantinopel digunakan; Umat Berdiri. Namun KETIKA MENGUCAPKAN kata-kata “ Ia dikandung dari Roh Kudus, Dilahirkan oleh Perawan Maria dan menjadi manusia” posisi umat BERLUTUT. (178)
  18. ANAK DOMBA ALLAH didoakan/ dilagukan saat KOMUNI. (189)
  19. “Atas petunjuk penyelamat kita, dan menurut ajaran Ilahi, maka beranilah kita berdoa,” adalah awalan DOA BAPA KAMI. (194)
  20. Paus dan Uskup selalu didoakan dalam DOA SYUKUR AGUNG. (203)
  21. Walau tidak persis berurutan, yang lebih dulu dilakukan adalah MADAH KEMULIAAN, kemudian TUHAN KASIHANILAH KAMI , kemudian ANAK DOMBA ALLAH, barulah KUDUS. (213)
  22. Walau tidak persis berurutan, yang lebih dulu dilakukan adalah TUHAN KASIHANILAH KAMI, kemudian MADAH KEMULIAAN, kemudian KUDUS, barulah ANAK DOMBA ALLAH. (221)
  23. MADAH KEMULIAAN masuk dalam bagian LITURGI SABDA. (235)
  24. Saat MADAH KEMULIAAN, BACAAN INJIL, MADAH PUJIAN, dan MAZMUR TANGGAPAN; posisi umat yang BENAR adalah BERDIRI. (244)
  25. MADAH KEMULIAAN TETAP dilagukan/ diucapkan pada MASA PRAPASKAH. (251)
  26. DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN masuk dalam bagian LITURGI SABDA. (262)
  27. DOA UMAT masuk dalam bagian LITURGI SABDA. (274)
  28. MADAH KEMULIAAN TIDAK dilagukan/ diucapkan pada MASA PRAPASKAH. (281)
  29. “…Yang menderita sengsara dalam pemerintahan Ponsius Pilatus, disalibkan wafat dan dimakamkan, Yang turun ketempat penantian, pada hari ketiga bangkit dari antara orang mati ...” Kata-kata tersebut merupakan bagian dari DOA SYUKUR AGUNG. (293)
  30. “Engkau yang menghapus dosa dunia, kasihanilah kami. Engkau yang menghapus dosa dunia, kabulkanlah doa kami. Engkau yang duduk di sisi Bapa, kasihanilah kami. Karena hanya Engkaulah kudus hanya Engkaulah Tuhan.” Kata-kata tersebut merupakan bagian dari Tuhan KASIHANILAH KAMI. (306)
  31. Ketika Imam mengangkat   hosti suci / piala dan memerlihatkan pada umat saat Doa Syukur Agung, umat  seharusnya memandang-Nya. Dan ketika Imam meletakkannya kembali dan berlutut, umat menundukkan kepala dengan hormat dan hikmat; TANPA membuat TANDA SALIB. (312)
  32. Saat HOMILI, BACAAN PERTAMA, MADAH PUJIAN, dan MAZMUR TANGGAPAN, posisi umat yang BENAR adalah DUDUK. (323)
  33. Saat mengucapkan, “Saya berdosa, Saya berdosa , saya sungguh berdosa,” pada pernyataan DOA TOBAT Umat melakukan gerakan MENEBAH DADA (seperti menepuk dada) sebagai tanda tobat dan penyesalan. (332)
  34. Tahun 1945, saat Indonesia merdeka, Ekaristi mulai dirayakan dalam bahasa Indonesia, kecuali Doa Syukur Agung, yang masih menggunakan Bahasa Belanda. Sesudah itu ada beberapa penyesuaian bahasa lagi sampai saat ini. (344)
  35. Saat HOMILI, PEMECAHAN HOSTI, BERKAT, dan BAIT PENGANTAR INJIL; posisi umat yang BENAR adalah DUDUK. (357)
  36. Misdinar bisa MENDUPAI umat dalam bagian PERSIAPAN PERSEMBAHAN. (365)
  37. Dalam DOA SYUKUR AGUNG, kata-kata, “ Dengan pengantaraan Kristus, dalam Dia dan bersama Dia, bagiMu, Allah Bapa yang mahakuasa, dalam persekutuan dengan Roh Kudus, segala hormat dan kemuliaan sepanjang segala masa.” DIUCAPKAN oleh UMAT. (375)
  38. Paus dan Uskup selalu didoakan dalam DOA UMAT. (382)
  39. Saat DOA SYUKUR AGUNG , posisi umat yang BENAR adalah BERDIRI atau BERLUTUT. (392)
  40. Misdinar bisa MENDUPAI umat dalam bagian BERKAT PENUTUP. (400)
  41. Saat Perayaan Ekaristi, DOA DAMAI masuk dalam RITUS PENUTUP. (419)
  42. Saat Komuni, Imam akan minum Anggur/ Darah Kristus menggunakan PIALA. (421)
  43. “Atas petunjuk penyelamat kita, dan menurut ajaran Ilahi, maka beranilah kita berdoa,” adalah awalan DOA SYUKUR AGUNG. (435)
  44. Saat menerimakan Tubuh Kristus / Darah Kristus, saat komuni, Imam akan mengatakan  “Tubuh Kristus / Darah Kristus” maka umat yang menerimanya cukup menjawab , “AMIN” (449)
  45. Saat umat akan MENINGGALKAN Gereja seusai perayaan ekaristi, kita HARUS menandai diri dengan air suci sambil membuat TANDA SALIB. (453)
  46. Saat Perayaan Ekaristi, DOA DAMAI masuk dalam bagian KOMUNI. (463)
  47. Saat umat menerima PERCIKAN AIR SUCI jika dibuat sebagai pengganti pernyataan tobat, umat HARUS membuat TANDA SALIB. (474)
  48. Saat menerimakan Tubuh Kristus / Darah Kristus, saat komuni, Imam akan mengatakan  “Tubuh Kristus / Darah Kristus” maka umat yang menerimanya menjawab , “SEKARANG DAN SELAMA-LAMANYA” (480)
  49. Walau tidak persis berurutan, yang lebih dulu dilakukan adalah TOBAT, kemudian TUHAN KASIHANILAH KAMI, kemudian MADAH KEMULIAAN, barulah DOA PEMBUKAAN. (494)
  50. “Engkau yang menghapus dosa dunia, kasihanilah kami. Engkau yang menghapus dosa dunia, kabulkanlah doa kami. Engkau yang duduk di sisi Bapa, kasihanilah kami. Karena hanya Engkaulah kudus hanya Engkaulah Tuhan.” Kata-kata tersebut merupakan bagian dari MADAH KEMULIAAN. (509)


Selamat Menjawab...


Selasa, 19 November 2013

HASIL TEST PENGETAHUAN IMAN KATOLIK OMK KAPAL





Daftar prosentase soal yang dijawab benar oleh peserta penjawab TEST PENGETAHUAN IMAN KATOLIK; Berdasarkan KOMPENDIUM KATEKISMUS GEREJA KATOLIK.

Nama Distrik; Paroki, jumlah peserta, prosentase jawaban benar.

Distrik I atau RPM
1.       OMK Paroki Katedral Santa Maria (Palembang), 20   orang                                    : 59,40%
2.       OMK Paroki Santa Maria Ratu Rosario (Sebrang Ulu Palembang), 4   orang    : 43,75%
3.       OMK Paroki Santo Paulus (Plaju Palembang), 11 orang                                           : 47,27%

Distrik II atau YOSHIMURA
1.       OMK Paroki Hati Kudus Yesus (Palembang), 18 orang                                              : 58,56%
2.       OMK Paroki Santo Yoseph Maria (Palembang), 37 orang                                        : 62,54%
3.       OMK Paroki Allah Maha Murah (Pasang Surut), 13 orang                                       : 53,69%

Distrik III atau PETASAN
1.       OMK Paroki Santo Fransiskus de Sales (Sungai Buah Palembang), 16    orang   :56,38%
2.       OMK Paroki Santo Stefanus (Talang Betutu Palembang), 17 orang                     : 54,12%
3.       OMK Paroki Santo Petrus (Kenten Palembang), 30 orang                                      : 57,20%

Distrik IV atau PETRITA
1.       OMK Paroki Sang Penebus (Batu Putih), 22  orang                                                    : 50,55%
2.       OMK Paroki Santo Petrus dan Paulus (Batu Raja), 5  orang                                    : 61,60%
3.       OMK Paroki Trinitas (Bangunsari, BK 3), 22    orang                                                : 45,36%
4.       OMK Paroki Santa Maria Perawan (Mojosari, BK 9), 21 orang                                : 51,43%

Distrik V atau SAPARTUS
1.       OMK Paroki Santa Maria Tak Bernoda (Gumawang, BK 10), 64 orang               : 60,20%
2.       OMK Paroki Para Rasul Kudus (Tegal Sari), 8 orang                                                   : 57,25%
3.       OMK Paroki Kristus Raja (Tugumulyo OKI), 15 orang                                     : 56,27%

Distrik VI atau TAHATA
1.       OMK Paroki Santo Mikael (Tanjung Sakti), 23 orang                                                  : 52,96%
2.       OMK Paroki Santa Maria Pengantara (Lahat), 39 orang                                            : 52,82%
3.       OMK Paroki Santo Yosef (Tanjung Enim), 31  orang                                          : 55,10%

Distrik VII atau CUBENGTULING
1.       OMK Paroki Santo Yohanes (Bengkulu), 28   orang                                                    : 57,50%
2.       OMK Paroki Santo Stefanus (Curup), 51 orang                                                            : 67,45%
3.       OMK Paroki Penyelenggara Ilahi (Lubuk Linggau), 25    orang                                   : 62,00%
4.       OMK Paroki Santa Maria (Tugumulyo Mura), 31 orang                                            : 54,84%

Distrik VIII atau SIJAMBU
1.       OMK Paroki Santo Isidorus (Singkut), 11 orang                                                           : 48,36%
2.       OMK Paroki Santa Theresia (Jambi), 28 orang                                                              : 67,71%
3.       OMK Paroki Santo Paulus (Muara Bungo), 29 orang                                                  : 61,86%

Total peserta 565 orang, rerata prosentase pertanyaan dijawab dengan benar= 57,34%

  • Sebenarnya ada lebih dari 565 orang yang mengikuti tes ini, tetapi peserta yang tidak menyelesaikan semua soal atau tidak mengisi lebih dari 5 pertanyaan diabaikan datanya
  • Bentuk Soal: 50 soal/ pernyataan Benar-Salah berdasarkan KOMPENDIUM KATEKISMUS GEREJA KATOLIK. Penasaran bagaimana soalnya, silakan klik di http://dinamikaomk.blogspot.com/2013/04/test-pengetahuan-iman.html
  • Responden:565 (Lima Ratus Enam Puluh Lima) responden yang merupakan OMK dari 26 (Dua Puluh Enam) paroki di keuskupan Agung.
  • Waktu pelaksanaan: saat Kapal Youth Day 26-29 Juni 2012 di Kompleks Pendidikan Katolik Jl. Bangau 60 Palembang.
  • Penyelenggara: komisi Kepemudaan Keuskupan Agung Palembang bekerjasama dengan Komunitas PI (Pendalaman Iman) St. Paulus Palembang.