Senin, 02 Maret 2015

Seminar dan Pelatihan dalam KYD 2012 _14/17



Seminar dan Pelatihan

Ada dong, kami mengadakan 5 buah seminar dan 3 pelatihan selama KYD  2012.
Hah? Serius Nas... masak sih setelah begitu banyak acara yang kalian buat, masih bisa bikin 4 seminar dan 3 pelatihan. Jangan main-main nih. Logikaku nggak masuk akal itu?
Itulah kamu, malaikat, pake logika manusia dong.
Maksudmu gimana, coba kamu jelaskan gimana cara menyeminarkan seribu orang lebih itu, 5 kali pula.
Itulah, kalo langsung berasumsi peserta seminar itu seribu orang. Bisa pening kepala mikirnya, Lai.
Jadi?
Giniiii... kami menjuduli kegiatan itu “Perwujudan Iman dalam Karya Nyata.” Hal itu merupakan pengejawantahan tema “Dewasa dalam Pengetahuan dan Tindakan.” Kegiatan ini merupakan penyampaian suatu pengetahuan/materi/kesaksian pada OMK. Semua peserta akan dibagi dalam 5 lokasi untuk mengikuti 1 materi saja. Sejak RTB, paroki sudah membagi rata peserta yang akan mengikuti materi yang mana.
Oooo gitu tho, trus apa saja materinya?

  1. OMK dan Entrepreneurship; materi pertemuan yang diharapkan menginspirasi OMK untuk menjadi entrepreneur beriman Katolik. Yang menyampaikan materi ini adalah Bapak Matheus Sunoto.
  2. OMK dan Teknologi Informasi; materi pertemuan yang diharapkan menginspirasi OMK untuk dapat menggunakan TI secara produktif, termasuk dalam katekese. Yang menyampaikan materi ini adalah Bapak Yoseph Handoko.
  3. OMK dan Politik; materi pertemuan yang diharapkan menginspirasi OMK untuk dapat melakukan pemetaan politik terhadap diri dan kelompoknya, untuk kemudian bisa memilih jenis keterlibatannya. Yang menyampaikan materi ini adalah Romo Guido Suprapto, Pr.
  4. OMK dan Lingkungan Hidup; materi pertemuan yang diharapkan menginspirasi OMK untuk dapat mengenali, menghargai, dan memanfaatkan lingkungan hidup secara tepat. Yang menyampaikan materi ini adalah Bapak Paulus Poniman.
  5. OMK dan IYD 2012; materi pertemuan yang membahas, memutuskan, dan menyepakati segala sesuatu persiapan IYD 2012 yang perlu dilakukan di tingkat basis, paroki, distrik, dekanat, maupun keuskupan. Yang menyampaikan materi ini adalah Romo Yohanes Dwiharsanto, Pr.


Wow wow wow... tunggu-tunggu, terus terang menurutku materi-materi itu dari judulnya menarik. Aku sih nggak pengen tahu isinya, karena gambarannya gitu-gitulah. Pertanyaannya, siapa yang menentukan segala materi itu?
Masih ingat tentang Muskada 2011, Lai?
Masih
Nah, di forum itulah kami menggali kira-kira hal-hal apa saja yang perlu diperdalam oleh OMK, dan dalam KYD perlu ditegaskan lagi. Diluar urusan IYD, ketemulah 4 hal tersebut. Keempat tema itu juga kami tuangkan dalam Pendalaman Iman, masih ingat juga khan?
Oh iya ya, benar sekali. Jadi artinya kalian tidak semena-mena menentukan tema-tema seminar itu?
Lha, tadi khan sudah kujelaskan.
Eh, iya ya... dan semuanya itu terjadi dengan sukses?
Sejauh kutahu sih semua berjalan lancar dengan peserta yang antusias menyimak. Hanya ada sedikit perubahan rencana. Romo Santo pada pagi hari ketiga menyampaikan materi termasuk didalamnya menyampaikan tentang IYD 2012 pada semua peserta lebih dahulu. Sebelum 4 seminar secara paralel dilaksanakan.
Berarti setelah sesi OMK dan IYD 2012 yang diikuti semua peserta, mereka baru berpencar ke 4 lokasi untuk mengikuti 4 seminar?
Benar sekali, Lai. Yang awalnya jadi peserta seminar OMK dan IYD 2012 bergabung masuk seminar OMK dan Entrepreneurship. 
Seminar OMK dan Politik

Seminar OMK dan Teknologi Informasi

Seminar OMK dan Lingkungan Hidup
 Horeee.... akhirnya jadi 4 deh. Terkuak sudah rahasia kalian, Nas.
Huh, lebay nian Kau. Sebenarnya ditambah dengan 1 pelatihan tentang penulisan, nanti lah kujelaskan kalo sudah masuk perbincangan tentang lomba pendukung.
Ada lagi lomba pendukung, terus ada lagi apa nanti, kayaknya nggak habis-habis kalian itu bikin acara, Nas. Apa nggak puyeng mengelolanya?
Hehehe.... kamu yang mendengar ceritanya saja puyeng, gitu maksudnya yha.... ayo ngaku sajalah..
Huh, sembarangan, bukan puyeng, Nas. Hanya takjub saja, aneh-aneh saja kalian bikin rangkaian acara.
Itulah, apa yang di mata malaikat aneh, di mata manusia belum tentu lho, apalagi manusia seperti kami ini.
Huh, berlebihan Kau. Ya ya ya.... kini tentang kegiatan pendukung, apa dia itu?

 

-------- berlanjut ke edisi 15/17 --------

Gladi Jasmani KYD 2012 _13/17



Gladi Jasmani

Hidup Suporter!
Sip, 4 GR sudah kukantongi rahasianya, trus apalagi acara kalian hari kedua itu, Nas?
Kalo sore, selama 2 hari kami Gladi Jasmani, pertandingan olahraga. Seperti GR, GJ hari kedua itu untuk babak penyisihan dan semifinal, besoknya baru final. Mau tahu detil tentang Gladi Jasmani nggak nih?
Ah, nggak perlu deh. Namun kalo ada foto-fotonya, mau juga sih aku dilihatin.
Memang sih, yang namanya olahraga yha lebih kurang sudah paham semua lah, apalagi untuk kamu seorang malaikat, pasti keciiiillll. Yang agak beda hanya aturan mainnya, khususnya di babak penyisihan dan semifinal.
Emangnya kenapa?
Kami buat modifikasi aturan main mengingat waktu untuk GJ hanya dua sore. Kalo nggak dimodifikasi, bisa lama mainnya, juga capek nanti peserta diforsir bertanding.
Iya, masuk akal itu.
Oh ya ini beberapa fotonya, Lai.
 
Pinalti
Pertandingan Bola Voli Putra

Pertandingan Final Bulu Tangkis di Lapangan B
"Korban Gladi Jasmani"

Suporter Distrik Petasan

Bola voli Putri

Horeeee!!!!

Oke, pola kegiatan KYD sudah paham aku, Siang Gladi Rohani, sore Gladi Jasmani, malam Pentas Seni. Kalau acara yang agak serius gitu ada nggak, Nas?
Heh! Kamu pikir segala gladi dan pameran serta pensi tadi bukan acara yang serius? Ngawur kau Lai.
Eh, maksudku acara semacam seminar atau pelatihan gitu.
Nah, gitu dong khan jelas maksudnya, enak saja.
He he he... nggak usah emosi gitu, Lai. Eh, ada nggak jadinya?
-------- berlanjut ke edisi 14/17--------

 

Monolog Katekese KYD 2012 _12/17



Monolog Katekese

Itu Monolog Katekese, Lai. Lomba berupa tampilan monolog seseorang dalam melakukan katekese, khususnya pada OMK. Monolog bisa berjenis: Ceramah, Pidato, Renungan, Orasi dan Stand up.
Trus bagaimana menilai monolog tersebut?
No.
                                        Aspek yang dinilai
Prosentase/ bobot nilai
1.
Materi katekese yang benar dan bermakna, ditunjang dengan contoh, rujukan, sumber, data, perumpamaan dan informasi terkait lainnya yang tepat dan relevan
40%
2.
Teknik berbicara/ berkomunikasi dan penguasaan tempat & audiens.  Penyampaian katekese secara segar dan informatif, dalam batas waktu yang disediakan
40%
3.
Kesesuaian antara tema, judul dan materi katekese
20%

Sistemnya?

  • Peserta atas nama distrik yang mengirim minimal 1 orang dan maksimal 2 orang.
  • Pada babak penyisihan, tiap peserta akan melakukan monolog dengan urutan sesuai undian.
  • 6 peserta terbaik akan menuju babak grand final dan akan diumumkan 30 menit setelah semua peserta tampil.
  • Babak grand final, penampilan finalis dilakukan di sela acara Pentas Seni yang disaksikan oleh seluruh peserta Kapal Youth Day.
  • Peserta wajib mengisi formulir tema dan judul, baik dalam babak penyisihan maupun babak final. Tiap peserta mengisi 2 alternatif tema & judul dan akan ditentukan oleh juri dan akan diumumkan pada malam pertama, via pengumuman tertulis dan lisan.
  • Apabila peserta masuk babak final, maka tema dan judul harus berbeda.
  • Tema dan judul yang telah diajukan tidak dapat diganti

Apa saja tema monolog itu, Nas?
Tema Monolog Katekese dipilih sendiri oleh peserta, mengacu 1 topik dari 7 alternatif tema berikut
1.       Kitab suci dan Tradisi
2.       Liturgi dan Sakramen
3.       Hukum Gereja
4.       Hierarki Gereja (partikular/universal)
5.       5 Pilar gereja
6.       KAPal: Sejarah, Visi-Misi-Strategi
7.       Gereja Katolik Indonesia: Tokoh, organisasi, dan kemasyarakatannya.
Salah satu peserta sedang bermonolog katekese
Kalo aturan mainnya, gimana tuh?
  • Waktu bermonolog pada babak penyisihan 4–5 menit. Sedangkan saat final 6–7 menit.
  • Peserta pada saat memulai dan selama monolog-nya tidak boleh mendapat bantuan dari siapapun dan dalam bentuk apapun.
  • Peserta boleh mempergunakan properti.
  • Peserta tidak diperbolehkan turun dari panggung dan berinteraksi dengan penonton.

Hmmm... sangat menarik, Nas, dari mana kalian dapat ide memonologkan katekese? Aku belum pernah dengar sebelumnya.
Itu artinya, nggak sia-sia kamu terbang dari Perancis ke Palembang; dapat ide baru khan? Kalo urusan ide, yha dapat dari mana-mana. Di tivi-tivi khan sudah banyak acara semacam itu, nah, kita modifikasi saja untuk keperluan katekese.
Trus peserta antusias dengan gladi itu?
Jelang dos, eh, jelas dong. Antusiasme itu pertama karena mereka penasaran pengen lihat temannya tampil, kedua, karena mereka juga pengen dengar katekese, dari sesamanya pula. Ketiga, tiap selesai satu peserta tampil, khan akan langsung dikomentari dewan juri, nah, penonton juga nunggu itu lho.
Asik juga yha, sambil mengasah pengetahuan katolisitas, bisa latihan tampil dan bicara, yang nonton juga mendapat pencerahan.
Syukurlah kalau kamu mendapat keasyikan karenanya, Lai.
-------- berlanjut ke edisi 13/17--------