Jumat, 14 Oktober 2011

Muskada KAPal 2011

Permintaan bantuan dana dari pengurus OMK Paroki untuk kegiatan ziarah, rekoleksi, atau retreat, sudah pasti tidak akan dipenuhi oleh Komkep, mengapa? Bukankah itu kegiatan pendalaman iman yang baik? Justru karena sifatnya pendalaman iman, maka seharusnya itu tanggung jawab pribadi, melalui keluarga/ orang tua OMK. Logikanya begini, ketika orang tua ingin anaknya lebih beriman (dengan mengikuti kegiatan pendalaman iman) semestinya itu didukung/ dibiayai dong, bukan malah “minta-minta” pada paroki/ keuskupan.



Sejak tahun 2007, Keuskupan Agung Palembang (melalui Komisi Kepemudaan/ Komkep) sudah menyelenggarakan 4 kegiatan Muskada KAPal, atau jika dipanjangkan menjadi “Musyawarah Kaum Muda Keuskupan Agung Palembang.” Peserta musyawarah adalah:

1.       Ketua OMK (Orang Muda Katolik)dan satu pendamping OMK dari 26 Paroki,
2.       Ketua/ pengurus OMK dari 3 dekanat, dan Ketua OMK dari 3 distrik.
3.       3 Pastor Moderator OMK Dekanat, dan pastor Moderator Komkep KAPal.
4.       Beberapa perwakilan OMK Kategorial.



Agenda yang selalu ada dalam kegiatan yang berformat musyawarah ini adalah berbagi pengalaman, evaluasi dan rencana kegiatan OMK  teritorial (paroki, distrik, atau dekanat). Beberapa hal menyangkut kerjasama antar kelompok OMK Paroki-Distrik-Dekanat-Komisi Kepemudaan, juga bisa disepakati di sini. Selain agenda rutin tersebut, dalam tiap Muskada juga diisi dengan agenda tematis yang bisa memperkaya para pengurus OMK dalam meningkatkan kapasitas pelayanannya.


Tahun 2011 ini, Muskada sudah terselenggara dengan sukses di Wismalat Podomoro, Banyuasin, pada pada 30 September – 2 Oktober 2011. Tema yang diusung adalah  “Dewasa dalam Iman, Pengetahuan, dan Tindakan. Kegiatan diikuti oleh sebagian besar utusan paroki, dikawal komplet oleh 3 Pastor Moderator Dekanat, Pator Mahasiswa, dan Pastor Moderator Komkep. 5 agenda yang direncanakan adalah:

1.       Laporan dan Evaluasi dinamika OMK,
2.       Seminar “Peranan Teknologi Informasi dalam Pastoral OMK,”
3.       Tata kelola administrasi Kepengurusan OMK
4.       Musyawarah memersiapkan TAKM (Temu Akbar Kaum Muda) KAPal 2012, dan
5.       Sosialisasi IYD (Indonesian Youth Day) 2012.



Walaupun acara dimulai pada Jumat sore, sejak hari Kamis, para peserta yang datang dari 3 provinsi (Sumatra Selatan, Jambi, dan Bengkulu) sudah berdatangan ke lokasi muskada. Setelah dibuka dengan sesi orientasi  proses Muskada 2011,  dilanjutkan dengan perayaan ekaristi, baru makan malam.
Malam pertama  diisi dengan Laporan dan Evaluasi dinamika OMK. Para pengurus dikumpulkan tiap dekanat untuk saling berbagi pengalaman dan rencana kegiatan. Selepas itu, barulah diadakan pleno pokok-pokok evaluasi OMK Dekanat. Dalam sesi tersebut terkuaklah bahwa dalam 1 tahun terakhir ini, OMK Dekanat 2 dan 3 relatif sudah berdinamika dengan lancar, sementara di Dekanat 1 baru mengalami kebangkitan. 


Sabtu pagi, peserta disuguhi fakta dan wacana tentang perkembangan teknologi informasi (TI), oleh seorang pakar TI. Betapa perkembangan TI sungguh pesat didunia ini, membuat dunia seolah tanpa batas dan jeda waktu. TI dapat dimanfaatkan untuk membawa manusia pada peningkatan kualitas diri, namun sekaligus bisa juga disalahgunakan untuk tujuan yang tidak produktif, bahkan destruktif. Internet dengan segala turunan aplikasinya bisa digunakan untuk menunjang pastoral OMK, selama para pengurus jeli memanfaatkannya, minimal untuk saling mengabarkan perkembangan OMK di tiap teritorialnya. Pada kesempatan tersebut juga ditampilkan langsung contoh-contoh aplikasi di internet yang bisa digunakan untuk menggali dan berbagi banyak hal, sungguh inspiratif. 


Usai “menyelesaikan” snack yang sudah disiapkan, peserta lalu diajak untuk merancang bersama, apa yang bisa dilakukan oleh para pengurus untuk memanfaatkan perkembangan TI dalam berpastoral. 3 jaringan yang sudah dimiliki Komkep ditampilkan sebagai inspirasi untuk dilanjutkan dan dikembangakan, apa saja itu?
1.       http://www.facebook.com/Komisi.Kepemudaan.KAPall. Akun Facebook atas nama Komkep KAPal,
2.       http://dinamikaomk.blogspot.com/. Blog yang berisi berbagai catatan dinamika  kegiatan OMK di KAPal, dan
3.       http://www.youtube.com/user/dinamikaomk. Kanal Youtube atas nama Komkep KAPal yang berisi cuplikan film kegiatan/ lagu-lagu OMK. 


Syukurlah Roh Kudus membimbing para peserta sehingga semua bersepakat dan bersedia untuk lebih memaksimalkan pemanfaatan TI dalam reksa pastoralnya. Kesediaan para pengurus OMK tersebut menambah pede pengurus Komkep untuk menyusun website. Mengapa perlu kesediaan para pengurus? Karena para penguruslah yang akan menjadi ujung tombak (mungkin lebih tepat ujung tuts komputer) pelaporan kegiatan di tiap teritorialnya. Dengan kata lain, pengisi website tersebut itu yha bersama-sama, dengan Komkep sebagai regulatornya.


Usai makan siang, Muskada dilanjutkan dengan paparan tata kelola administrasi keorganisasian, khususnya dalam lingkup OMK KAPal. Pada kesempatan itu disampaikan prinsip-prinsip surat menyurat dan penyusunan proposal. Tiap kegiatan yang akan dilakukan oleh OMK teritorial secara prinsip harus dilaporkan pada keuskupan melalui Komkep, baik melalui program kerja tahunan, maupun penyampaian proposal untuk kegiatan-kegiatan tertentu. 


Satu hal yang menarik adalah kemungkinan suatu OMK teritorial (yang dipandang perlu dibantu) untuk mendapatkan subsidi pendanaan  untuk kegiatan “peningkatan kapasitas” misalnya pelatihan kepemimpinan/ kaderisasi. Permintaan bantuan dana dari pengurus OMK Paroki untuk kegiatan ziarah, rekoleksi, atau retreat, sudah pasti tidak akan dipenuhi oleh Komkep, mengapa? Bukankah itu kegiatan pendalaman iman yang baik? Justru karena sifatnya pendalaman iman, maka seharusnya itu tanggung jawab pribadi, melalui keluarga/ orang tua OMK. Logikanya begini, ketika orang tua ingin anaknya lebih beriman (dengan mengikuti kegiatan pendalaman iman) semestinya itu didukung/ dibiayai dong, bukan malah “minta-minta” pada paroki/ keuskupan. 


Petang hari, semua peserta Muskada mengikuti perayaan ekaristi, setelah itu dilanjutkan dengan perayaan makan malam. Muskada bergulir ketika malam, diadakan perbincangan untuk menyiapkan TAKM 2012. TAKM adalah agenda 4 tahunan tingkat Keuskupan, yang sudah rutin dilaksanakan sejak tahun 80an. Tahun 2012 akan diselenggarakan TAKM lagi, dengan tema.... itulah yang justru ditargetkan didapatkan dalam muskada ini.


Peserta lebih dahulu dibagi dalam dekanatnya untuk berdiskusi sebelum mengajukan usulan-usulan tema TAKM. Tema kegiatan digali dari hal-hal apa saja yang perlu diperdalam oleh OMK tiap dekanat dalam 2-3 tahun ke depan; entah dalam hal katolisitas, teknologi informasi, kemasyarakatan, entrepreneurship, atau yang lainnya. Dalam pleno dimunculkanlah beberapa usulan tema takm 2012 yang akhirnya mengerucut dalam tema besar. “Menjadi Orang Muda Katolik yang Dewasa dalam Iman, Pengetahuan dan Tindakan” dengan alternatif jargon-jargon: “Connecting, Sharing, Empowering,” dan “Berteknologi Oke, Menggereja Yes!” Beberapa jenis kegiatan juga ikut diusulkan baik yang  bersifat pendalaman iman, kebersamaan, rekreatif, olahraga, dan seni budaya.


Minggu pagi, (tentu saja setelah sarapan) Muskada dilanjutkan dengan sosialisasi IYD  2012. Berdasarkan informasi dari situs Komkep KWI (Konferensi Waligereja Indonesia), (sementara surat resminya sampai saat itu belum diterima) dipaparkanlah apa itu dan bagaimana IYD 2012 akan dilangsungkan. Semua peserta (tentu saja) mendukung IYD 2012, walau untuk kesertaannya masih menjadi tanda tanya. Kalkulasi kami, diperlukan dana 5 juta untuk mengikuti kegiatan tersebut. Hal itulah yang membuat sebagian besar peserta berpikir ragu untuk mengikutinya.


Pada kesempatan itu ditandaskan bahwa pendanaan adalah dengan prinsip kemandirian peserta. Keuskupan belum ada rencana membiayai keberangkatan peserta ke IYD 2012. Tiap OMK paroki yang mendapat kuota 1 orang silahkan berkoordinasi dengan Dewan Parokinya untuk urusan pembiayaan. Bahwa ada paroki/ kelompok kategorial yang bisa mengirimkan peserta lebih dari 1, justru itu yang diharapkan.
Agenda terakhir Muskada adalah penyepakatan pokok-pokok hasil Muskada, supaya memang dapat secara sungguh disepakati, dimengerti, disosialisasikan, dan dilaksanakan. Berikut ini kesepakatan Muskada KAPal 2011:

A.     Tata Kelola Administrasi

1)      Kesepakatan alokasi subsidi pendanaan dari keuskupan untuk kegiatan OMK teritorial: Tidak ada alokasi dana khusus dari Keuskupan bagi kelompok OMK , tapi ada pertimbangan untuk proposal kegiatan yang bersifat “Skill Upgrading Program” dalam konteks komunitas OMK Teritorial, misal: Latihan Kepemimpinan.
2)      Kesepakatan format, jadwal, dan cara pengiriman proposal setiap kegiatan & laporan pertanggungjawaban dari OMK teritorial pada Komkep KAPal.
a.       Format proposal (terlampir seperti yang disampaikan dalam Muskada)
b.      Laporan 1 tahunan rencana kegiatan OMK 2012, diserahkan paling lambat Desember 2011
c.       Jadwal penyampaian proposal: Paling lambat 1 (satu) bulan sebelum kegiatan dilaksanakan.
d.      Jadwal penyampaian laporan pertanggungjawaban : Paling lambat 1 (satu) bulan setelah kegiatan dilaksanakan.
e.      Cara penyampaian proposal & laporan, secara fisik, tetapi dapat didahului via email/ facebook.


B.     Jejaring via Teknologi Informasi

1)      Sepakat untuk membuat dan memperbaharui jejaring OMK teritorial dan kategorial KAPal secara TI.
2)      Prinsip utama adalah pengurus OMK membuat laporan kegiatan/ perkembangan dinamika OMK, untuk kemudian dikirimkan ke blog/ facebook/ web Komkep KAPal, berupa misalnya: tulisan/ laporan/ foto/ informasi/ video dinamika OMK. Minimal pelaporan: kirim sms pada pengurus OMK KAPal.
3)      Format konten adalah berita/ informasi/ inspirasi, berbeda dengan laporan Pertanggungjawaban formal.

C.      TAKM 2012

a.       Tema “Temu Akbar Kaum Muda Keuskupan Agung Palembang 2012: Menjadi Orang Muda Katolik yang Dewasa dalam Iman, Pengetahuan dan Tindakan” àalternatif jargon-jargon: Connecting, Sharing, Empowering. Berteknologi Oke, Menggereja Yes!
b.      Bentuk kegiatan TAKM,
·         Debat pengetahuan iman, nilai-nilai katolisitas, dan liturgi;  peserta gabungan antar teritorial OMK à akan ada proses persiapan. Paradigma: Mempertanggungjawabkan Iman Katolik.
·         Seminar entrepreneurship,
·         Olahraga yang dipilih
no
cabang
kepesertaan
keterangan
1.     
Futsal
Antar ....

2.     
Bola voli
Antar ...

3.     
Badminton
Antar ....
Ganda campuran
4.     
Tarik tambang

Campuran

·         Pentas seni à Format festival/ pagelaran per Dekanat & Distrik. Konsep: Kesenian daerah dalam konteks pewartaan Iman Katolik.
·         Aksi Panggilan
c.       Jenis dan jadwal umum kegiatan Road to TAKM, akan ditentukan oleh panitia
d.      Konteks pembiayaan TAKM terkait misi kemandirian berpastoral, budget TAKM 2012, dan  budget IYD 2012 adalah 100 ribu/ peserta

D.     Indonesian Youth Day 2012

1.       OMK KAPal mendukung IYD 2012
2.       Pendanaan dengan prinsip kemandirian per peserta, berkoordinasi dengan teritorialnya.

E.      Sosialisasi hasil Muskada.

Tiap utusan/ peserta  bersedia untuk memahami, menyosialisasikan/ melaporkan dan melaksanakan hasil Muskada 2011 di teritorial/ kategorialnya.

Ditetapkan di Podomoro pada Hari Minggu, 2 Oktober 2011.
Disetujui oleh Semua Peserta Musyawarah Kaum Muda Keuskupan Agung Palembang:
1.       Para Ketua OMK Paroki & pendamping
2.       Para Ketua OMK Dekanat & Distrik
3.       Perwakilan beberapa OMK Kategorial
4.      Pastor Moderator OMK dari 3 Dekanat + 1 Pastor Moderator Kemahasiswaan
5.       Anggota Komisi Kepemudaan + Pastor Moderatornya
6.       Disaksikan Pastor Vikjen.

Nah, begitulah dinamika kami para pengurus OMK di Keuskupan Agung Palembang dalam berMuskada. Semoga menginspirasi teman-teman OMK yang lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar