Jumat, 27 Februari 2015

Krishnamurti Pun Menyambangi TAKM 2004 _ 7/9


Alur  Kegiatan

Sekarang kita ngobrol tentang materi dan pelaksanaan acara tersebut Nas. Bagaimana membagi lokasi peserta dari 25 paroki?
Peserta dari 25 paroki yang tergabung dalam 3 dekanat. Perkemahan Kami bagi 2 bagian besar, yaitu Camp Basilius Agung (A) dan Camp Leo Agung (B). Tiap camp diisi campuran paroki antara dekanat I, II dan III. Sebelum peserta datang, lokasi sudah kami kaplingi dan diberi kode. Ketika kontingen datang dan daftar ulang, kami beritahu dimana mereka akan mendirikan tenda dan tinggal selama 4 hari di situ.

Panitia sedang  berkoordinasi menempatkan peserta untuk mendirikan tenda

Bagaimana jadwal kegiatan di sana?
Hari Pertama, Kamis, 14 Oktober 2004 jadwal kegiatan camp A dan B sama. Pagi sampai sore penyambutan peserta, registrasi dan pendirian tenda. Misa sebagai pembuka acara dimulai sekitar pukul 16.40, setelah itu dilanjutkan makan malam dan penjelasan aturan main, lalu dilanjutkan pentas bakat bagi ⅓ utusan peserta. Malam hari kita lakukan koordinasi dengan ketua kontingen untuk rencana kegiatan esok harinya.
Hari Kedua, Jumat, 15 Oktober 2004 jadwal kegiatan camp A dan B sama di pagi hari, misa harian. berbeda seusai sarapan. Camp A mendengarkan ceramah dan kunjungan stand, sementara peserta di camp B outbound di kawasan sekitar perkemahan.

Peserta yang sedang mendirikan tenda


Ceramah apa?
Tentang bahaya narkoba dan perilaku pacaran yang sehat. Ceramah diberikan oleh tim dari susteran.
Lalu yang outbound, pasti seru ceritanya.
Memang seru, namun lain kali saja yah, Lai ceritanya. Nanti pas ngobrol-ngobrol tentang outbound sebagai salah satu kerasulan Komkep, banyak kita bisa ngobrol.
Oke deh, bikin penasaran saja Kau, Nas.
Sore hari, kegiatan camp A dan B sama yaitu olahraga kompetisi antar kontingen. Ada 2 olahraga yang dipertandingkan, sepak bola dan bola voli. Kegiatan dilakukan di lapangan terpisah, kira-kira 10 menit perjalanan dari lokasi kemah.
Bagaimana teknis mainnya, khan ada 3 dekanat?
Begini, tiap dekanat punya 1 tim di tiap camp baik untuk sepak bola maupun bola voli. Sudah diatur dari awal, misalnya dekanat I di camp A diwakili oleh siapa saja. Sedangkan di Camp B tentu saja paroki sisanya.
Hmmm…. semua main sore itu?
Tidak, sore itu camp A yang main, yang lain jadi suporter.
Jadi 3 kesebelasan main pada sore itu?
Ya. Kita siapkan 3 babak. Misal babak pertama tim I lawan tim II, siapa yang menang, misalnya tim II istirahat sejenak. Babak kedua yang main tim I lawan tim III. Lalu babak ke tiga tim I lawan tim III. Pemenang dihitung berdasarkan jumlah kemenangan dan selisih gol.
Menarik, apa semua berjalan lancar?
Secara teknis berjalan lancar, hanya sempat timbul protes dari salah satu tim, mengenai lawannya yang ditengarai sudah bukan mudika lagi, alias sudah berkeluarga, namun sengaja dipasang oleh kawannya demi memenangkan pertandingan. Suasana sempat memanas namun karena dalam manual pertandingan tidak sempat atau tidak terpikir hal tersebut, maka akhirnya hal tersebut dapat dimaklumi.
Tentu hal itu menjadi pelajaran bagi panitia.
Oooo tentu saja. Untunglah di cabang bola voli dengan sistem yang sama hal itu tidak terjadi.
Saya bisa tebak, keesokan harinya, camp B yang berkompetisi, lalu pemenang antara camp A dan B difinalkan hari terakhir.
Persis benar, Lai.
Ada catatan lain tentang kompetisi olahraga tersebut?
Lokasi lapangan yang tidak menyatu dengan perkemahan membuat tidak semua suporter mau datang. Walau sudah diarahkan bahwa ketika jadwal berolahraga semua diharap menuju lapangan namun fakta yang terjadi hanya sekitar 70% saja yang meramaikan, yang lain ada yang tinggal di tenda, bahkan jalan-jalan. Beberapa mengaku capek setelah beraktivitas sampai siang, terutama yang habis outbound.
Catatan lain…. Lain kali kita perlu persiapkan aturan teknis secara cermat, termasuk menyediakan wasit yang netral dan profesional. Maklum peserta semua berdarah muda yang cepat meledak bila merasa ditidakadili.
Suasana salah satu pertandingan sepak bola TAKM 2004

Suasana salah satu pertandingan Bola Voli TAKM 2004

Urusan kompetisi selesai, lalu malam hari acara apa?
Setelah makan malam, ada pentas bakat, menampilkan ⅓ utusan kontingen.
Apa saja yang ditampilkan?
Macam-macam Lai, sejak malam pertama sampai malam terakhir keesokan harinya. Ada yang main band, vokal group, teater, tari modern, tari tradisional, puisi, bahkan ada yang menampilkan lawak. Ternyata kaum muda kita kreatif, walau ada yang baru saja latihan di lokasi perkemahan. Namun ada juga lho yang sudah mempersiapkan jauh hari sebelum TAKM.

Suasana Pentas Seni
 
Suster pun ikut tampil maksimal

Bersamaan dengan itu, satu dari perwakilan paroki kita kumpulkan di satu tempat  untuk mendapatkan pembekalan kepemimpinan. Mereka memang sudah dipersiapkan untuk dilatpim saat TAKM, jadi memang sudah dipilih jauh hari.
Siapa yang memberi pembekalan?
Kami berhasil mendatangkan Romo Adi dari Komkep KWI, beliau bersedia dan dengan senang hati hadir di TAKM.
Setelah pentas bakat dan pelatihan khusus itu acara tidur?
Ooooo tidak, kami masih mengadakan acara penjernihan motivasi, separuh renungan, semacam itulah.
Dengan 700-an orang, malam hari, apa efektif? Bagaimana teknisnya?
Kamu kenal Bapak Krishnamurti, Lai? Yang seperti ini foto orangnya

 
Bapak Krishnamurti
Yang mindset motivator itu? Yang terkenal di Indonesia itu?
Betul. Beliaulah yang mengisi sesi itu. Kami berusaha memberikan yang terbaik bagi peserta, sehingga kami datangkan pembicara kaliber nasional. Judul sesinya “Kekuatan Impian”, beliau memberi wawasan tentang berpikir positif dan memotivasi supaya peserta TAKM dapat bertindak mewujudkan mimpinya dengan dasar cinta kasih. Untuk mendatangkan dia, kami mengkhususkan tim penjemput dari bandara ke Tegal Arum lalu besoknya mengantarkan lagi ke bandara Palembang, agak repot tapi ndak masalah.
Wow, luar biasa…. Aku sudah tahu, kalau dia yang ngisi pasti bagus adanya.
Namun ada yang disayangkan…
Apa itu?
Di tengah acara listrik mati, sehingga sesi agak terganggu.
Apa tidak ada genset, mestinya untuk acara sebesar itu panitia sudah mengantisipasinya.
Sudah…. Ada genset yang memang selalu dipakai tiap malam, namun ndak tahu malam itu bermasalah. Barangkali karena jarang digunakan. Nih kalau mau lihat foto gensetnya, besar khan, perlu belasan orang untuk mendorongnya.

Asyiknya menempatkan generator  yang sebesar gajah
Yach kadang rencana kalian, manusia tidak seperti yang sudah disusun, walau sudah disiapkan sedemikian rupa, Nas. Setelah itu baru tidur ya….
Ya…. sudah lewat tengah malam. Doa malam dilakukan di tenda masing-masing.
Tidak ada evaluasi harian?
Ada, namun hari itu barangkali melelahkan tidak semua ketua kontingen hadir.
Gimana kalian ini jadi panitia, kok banyak bolong-bolongnya, padahal evaluasi itu penting.
Gimana lagi, Lai, kemampuan kita terbatas, termasuk personil panitianya. Namun jangan khawatir di TAKM 2008 ada perbaikan.

---------- b e r s a m b u n g   ke bagian 8--------

Tidak ada komentar:

Posting Komentar