Jumat, 27 Februari 2015

Road to Tegal Arum TAKM 2004 _6/9



Road to Tegal Arum

Lalu ada lagi yang kita sebut Road To Tegal Arum 28–29 Agustus 2004. Yang semula diplot di di Tegal Arum dipindah ke Palembang.
Kenapa?
Lebih ke urusan teknis, posisi kota Palembang relatif di tengah keuskupan dan pencapaian paling mudah dari mana-mana. Selain itu sumber daya lebih mendukung.
Apa saja agenda kegiatan tersebut?
Itu untuk penentuan pemenang berbagai lomba dan sosialisasinya. Saat itulah logo, tema dan lagu resmi resmi ditetapkan. Kami undang seluruh ketua/perwakilan mudika. Ada lagi penjelasan teknis tentang persiapan acara. Juga jadwal serta para pengisi stand tenda prestasi. Pendek kata saat itu semua urusan yang perlu diketahui dan dicamkan peserta disosialisasikan, sekaligus membagikan formulir pendaftaran.


Salah satu kegiatan Road to Tegal Arum; Final Lomba Cipta Lagu Theme Song TAKM 2004.

 Ada pertemuan umum lagi setelah itu?
Tidak ada, langsung kita bertemu lagi pada TAKM bulan Oktober 2004.
Oooo…. Bagaimana teknis pendaftaran? 26 paroki lho, lumayan banyak itu….
Teorinya, 1 minggu sebelum pelaksanaan semua formulir sudah harus masuk ke sekretariat sehingga pembagian tenda, jadwal, pertandingan dan tempat makan bisa dilakukan.
Pasti meleset lagi, ya…….. wah payah deh.
Lho, kamu kok tahu, Lai?
Aku memang serba tahu, Nas.
Tapi kok masih nanya-nanya ke aku? Ngakunya serba tahu.
Aku hanya ingin supaya Kamu jelaskan saja, supaya bisa dinikmati oleh banyak orang. Masa pengalamanmu hanya disimpan saja, sayang tho.
Terserah Kamu lah Lai. Sekarang mau tanya apa lagi….
Itu, tadi tenggat pendaftaran meleset khan?
Ya. Target hanya tercapai 40% meningkat jadi 70% sehari sebelum pelaksanaan. Artinya 30% anggota peserta menyerahkan formulir langsung di lokasi perkemahan.
Hhmmm… pasti ada kerepotan untuk berbagai hal.
Tentu saja, tim sekretariat yang mestinya bisa ngurus pembagian perlengkapan dan jadwal belum bisa kerja, malah sangat sibuk ngurus pendaftaran. Khan tiap peserta harus didata dan dapat nomor peserta. Berhubung cukup banyak yang baru mendaftar, itu menghambat proses. Ada lagi paroki yang sudah menyerahkan formulir ternyata mengalami perubahan, ada yang batal ikut, namun lebih banyak yang nambah ikut. Itu juga merepotkan, soalnya yang bersangkutan sudah mendapat nomor dan penjadwalan.
Memang ada penjadwalan apa saja sih? Kok sepertinya rumit.
Ada jadwal kunjungan stand, jadwal ceramah materi dan jadwal outbound. Bayangkan 26 kontingen dengan kekuatan yang berbeda, harus diatur sedemikian rupa sehingga pas. Menarik sih sebetulnya kegiatan itu, asal tidak dalam kondisi mendesak.
Namun beres juga khan urusan itu….
Beres dong…. Tim kami sudah terbiasa ngurus yang seperti itu.

 

---------- b e r s a m b u n g   ke bagian 7 -------

Tidak ada komentar:

Posting Komentar