Kamis, 11 Agustus 2011

Dirigen dan “Kroninya”


 Dalam PRM seperti  pernah disinggung dalam cerita sebelum ini, terdapat beberapa peran. PRM diukuti 40-60 mahasiswa baru dari berbagai angkatan. Biasa dilakukan selama 5 atau 6 angkatan @ 3 hari 2 malam. Perpaduan latihan kepemimpinan dan retret ini difasilitasi oleh beberapa  peran, dengan pengistilahan sebagai berikut:

Dirigen.
Adalah pemegang kendali proses PRM, ditangannya, alur emosi dan materi bagai orkestara yang perlu diselesaikan dengan tuntas. Fungsi utama dirigen adalah mengantarkan peserta supaya dapat mengikuti PRM secara efektif dengan mematuhi kontrak tata tertib. Segala hal yang disampaikan Tim Materi perlu diketahui dirigen yang sering masuk di pergantian acara untuk merangkaikan hal-hal/ materi yang sudah dan akan diterima peserta. Ketika ada laporan kesalahan atau pelanggaran tata tertib, baik oleh peserta maupun tim, dirigen akan memprosesnya. Sesuai namanya, dirigen bagaikan pemimpin orkestra, dia berkuasa mempercepat, memperlambat, bahkan ekstrimnya menghentikan orkestra atau proses PRM.

Tim Materi.
Beberapa  orang yang bertugas membawakan 1 sampai tiga sesi materi, satu atau dua materi disampaikan oleh pastor atau suster pendamping PRM. Tim materi bersifat netral, tidak dikondisikan mencampuri urusan dirigen atau tim tatib. Tiap anggota tim ini juga mendampingi 8-12 orang peserta, terutama dalam sharing/ diskusi. Mereka juga memantau perkembangan adik dampingnya, termasuk memberi peneguhan. Prinsip peran tim ini adalah menyampaikan materi pembinaan pada peserta, mulai dari penyampaian, sampai pendalaman dan refleksi.

Tim Tata Tertib/ Tatib.
Biasa diisi 3 orang, berfungsi sebagai penjaga aturan main, identik dengan pencatat kesalahan atau pelanggaran tata tertib oleh peserta. Semua pelanggaran aturan main disampaikan kepada dirigen tiap malam. Kesan dingin, pendiam, dan “angker” sengaja dikondisikan pada tim ini. Siapa yang berperan sebagai    tatib berpotensi “dibenci” oleh peserta PRM, bahkan kadang sampai ada yang terbawa sampai kampus. 
Tim Tatib lagi menertibkan
Tim sekretariat.
Tim operasional yang lebih banyak berkarya dibelakang layar saat pelaksanaan, maksudnya di ruang sekreatariat melayani kepentingan peserta, tim materi, dirigen, dan tim tata tertib. Tak lupa pada tiap sesi, bergiliran anggota tim menjadi notulis. Perlengkapan, akomodasi, konsumsi, dan transportasi adalah tanggung jawab lain tim ini.


Atnasus pernah berperan dalam 3 jenis peran tadi, dalam beberapa PRM. Semua peran punya seni tersendiri dalam pelaksanaannya, namun yang jelas semua peran bahu membahu dan saling mengisi dalam upaya menyukseskan PRM. 

Sebuah kegiatan pendampingan rohani memerlukan kerjasama dan pembagian peran yang jelas pada orang-orang yang kompeten di perannya. Biarlah kita bekerja keras berkoordinasi baik secara fisik maupun materi demi peserta larut dalam sebuah skenario kegiatan yang bisa Kita dipertangunjawabkan. Kelelahan fisik akan terbayar ketika di akhir kegiatan Kita sebagai tim pendamping mendapat umpan balik yang posisitf dari peserta.

1 komentar: